PSIM Yogyakarta Tampil Perkasa: Laskar Mataram Lumat Banten Warriors yang Kehilangan Satu Pemain – PSIM Yogyakarta kembali menunjukkan taringnya di pentas BRI Super League musim 2025/2026. Dalam gates of olympus laga pekan ke-10 yang digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Laskar Mataram sukses menaklukkan Dewa United—yang dikenal dengan julukan Banten Warriors—dengan skor meyakinkan 2-0. Kemenangan ini terasa semakin istimewa karena diraih saat lawan harus bermain dengan 10 pemain sejak awal babak kedua. Performa dominan PSIM menjadi bukti bahwa mereka siap bersaing di papan atas klasemen musim ini.
Artikel ini akan mengulas secara lengkap jalannya pertandingan, analisis taktik, kontribusi pemain kunci, dampak terhadap klasemen, serta bagaimana kemenangan ini memperkuat posisi PSIM sebagai kekuatan baru di kompetisi elite Indonesia.
⚽ Jalannya Pertandingan: Efektif, Disiplin, dan Tajam
Pertandingan yang berlangsung pada Rabu sore, 22 Oktober 2025, dimulai dengan intensitas tinggi. PSIM Yogyakarta langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Hasilnya, pada menit ke-3, Nermin Haljeta membuka keunggulan melalui sepakan terukur setelah menerima umpan matang dari Ezequiel Vidal.
Dewa United mencoba bangkit dan menguasai bola lebih banyak, namun kesulitan menembus pertahanan rapat PSIM. Petaka bagi Banten Warriors datang di menit ke-51 saat bek andalan mereka, Nick Kuipers, mendapat kartu merah langsung akibat pelanggaran keras terhadap Rendra Teddy.
PSIM memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan sangat baik. Pada menit ke-61, Haljeta kembali mencatatkan namanya di papan skor, kali ini melalui sundulan tajam hasil umpan silang dari Deri Corfe. Skor 2-0 bertahan hingga akhir pertandingan.
🌟 Pemain Kunci: Nermin Haljeta dan Ezequiel Vidal Bersinar
Dua nama yang menjadi sorotan dalam laga ini adalah Nermin Haljeta dan Ezequiel Vidal. Keduanya tampil luar biasa dan menjadi motor serangan PSIM.
Nermin Haljeta
- Gol: 2
- Tembakan ke gawang: 4
- Dribel sukses: 6
- Umpan kunci: 3
Haljeta menunjukkan kualitasnya sebagai striker haus gol. Pergerakannya sulit dibaca dan penyelesaian akhirnya sangat efektif.
Ezequiel Vidal
- Assist: 1
- Umpan sukses: 87%
- Peluang tercipta: 5
- Intersepsi: 2
Vidal menjadi pengatur ritme serangan dan memberikan kontribusi besar dalam membongkar pertahanan Dewa United.
🧠 Strategi Taktik PSIM: Adaptif dan Menekan
Pelatih PSIM, Seto Nurdiantoro, menerapkan pendekatan taktik yang sangat efektif. Beberapa elemen kunci dari strategi yang digunakan:
- Formasi dasar 4-2-3-1 yang berubah menjadi 4-4-2 saat menyerang
- Pressing tinggi di lini tengah untuk memutus aliran bola Dewa United
- Transisi cepat dari sayap dengan memanfaatkan kecepatan Corfe dan Vidal
- Kedisiplinan lini belakang yang dipimpin oleh Cahya Supriadi
Strategi ini membuat Dewa United kesulitan membongkar pertahanan PSIM dan sering kehilangan bola di area berbahaya.
📊 Statistik Pertandingan
| Statistik | PSIM Yogyakarta | Dewa United |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 48% | 52% |
| Tembakan ke Gawang | 6 | 3 |
| Total Tembakan | 12 | 9 |
| Pelanggaran | 11 | 14 |
| Kartu Merah | 0 | 1 |
| Akurasi Umpan | 85% | 82% |
Meski kalah dalam penguasaan bola, PSIM unggul dalam efektivitas serangan dan disiplin bertahan.
📈 Dampak Terhadap Klasemen
Kemenangan ini membawa PSIM Yogyakarta naik ke posisi ketiga klasemen sementara BRI Super League dengan koleksi 15 poin dari 9 pertandingan. Mereka kini hanya tertinggal dua poin dari pemuncak klasemen, Borneo FC.
Sementara itu, Dewa United semakin tertinggal di papan tengah. Dengan hanya 10 poin dari 9 laga, mereka harus segera berbenah jika ingin kembali ke jalur kemenangan.
💬 Reaksi Usai Laga
Pelatih Seto Nurdiantoro menyatakan bahwa kemenangan ini adalah hasil kerja keras tim dan disiplin taktik. “Kami bermain sesuai rencana. Anak-anak tampil luar biasa dan menunjukkan karakter kuat,” ujarnya.
Nermin Haljeta juga menyampaikan rasa bangganya bisa mencetak dua gol. “Saya senang bisa membantu tim. Kami ingin terus melaju dan membawa PSIM ke posisi terbaik,” katanya.
